Rilis BRS 5 November 2025 : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025, Ketenagakerjaan Agustus 2025, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2025 Provinsi Sulawesi Selatan - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan

BPS Prov. Sulawesi Selatan menolak segala bentuk gratifikasi dan penyuapan dalam memberikan layanan

Pencarian Data Sulawesi Selatan Lebih Mudah Dengan E-Data: http://s.bps.go.id/EData

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

Rilis BRS 5 November 2025 : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025, Ketenagakerjaan Agustus 2025, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2025 Provinsi Sulawesi Selatan

Rilis BRS 5 November 2025 : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025, Ketenagakerjaan Agustus 2025, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2025 Provinsi Sulawesi Selatan

Rilis BRS 5 November 2025 : Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III-2025, Ketenagakerjaan Agustus 2025, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tahun 2025 Provinsi Sulawesi Selatan

5 November 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya


Makassar, 5 November 2025 – Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, pada rilis hari ini menyampaikan bahwa kondisi ekonomi global dan mitra dagang utama tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah tekanan perdagangan internasional. Berdasarkan proyeksi IMF, pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 direvisi naik menjadi 3,2 persen dari sebelumnya 3,0%.

Aryanto menjelaskan, “Ekonomi beberapa mitra dagang utama Sulsel tetap tumbuh di tengah tekanan perdagangan internasional,” ucapnya pada press release Rabu, 5 November 2025.

Sementara itu, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tumbuh 5,41 persen (y-on-y) dengan nilai mencapai Rp4,1 triliun. Nilai impor barang modal luar negeri meningkat sebesar 149,67 persen, modal APBN tumbuh 58,59 persen, sedangkan belanja modal APBN mengalami kontraksi 40,13 persen. Pengadaan semen juga naik 6,09 persen (y-on-y).

Pada sektor produksi, kinerja pertanian menunjukkan hasil positif. Produksi padi tumbuh 6,47 persen, dan rumput laut meningkat 10,96 persen (y-on-y). Aktivitas perdagangan dan industri pengolahan juga tumbuh, didorong oleh peningkatan transaksi online e-retail dan marketplace sebesar 5,46 persen serta ekspor hasil industri makanan yang melonjak 25,53 persen (y-on-y). Namun, ekspor industri logam dasar mengalami penurunan 9,56 persen (y-on-y). “Sementara itu, industri logam dasar mengalami kontraksi. Kondisi ini terlihat dari menurunnya ekspor hasil industri besi dan baja,” ujar Aryanto, (5/11/2025).

Perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,01 persen (y-on-y), ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Nilai tambahyang tercipta mencapai Rp196,97 triliun atas dasar harga berlaku. Secara q-to-q, pertumbuhan tercatat sebesar 3,37 persen, dan secara c-to-c tumbuh 5,23 persen. Meski pertumbuhannya melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekonomi Sulawesi Selatan tetap menunjukkan sisi positif selama lima tahun terakhir.

Secara keseluruhan, 16 lapangan usaha tumbuh positif pada triwulan III-2025. Empat sektor utama yaitu pertanian, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan yang menyumbang 65,21 persen terhadap perekonomian Sulawesi Selatan. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada jasa lainnya (11,82%), diikuti oleh jasa keuangan dan asuransi (9,39%) serta jasa perusahaan (8,55%). Sektor pertanian menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,08 persen.

Pada sektor pertambangan, produksi nikel matte meningkat 7,7 persen (y-on-y) dan gas alam naik 17,9 persen (y-on-y). Di sisi lain, sektor jasa lainnya juga menunjukkan peningkatan melalui tumbuhnya aktivitas hiburan di Kota Makassar, kegiatan LNPRT, serta meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara.

Dari sisi pengeluaran, hampir semua komponen tumbuh positif kecuali konsumsi pemerintah. Konsumsi rumah tangga masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 51,30 persen, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 37,06 persen, yang mencatat pertumbuhan tertinggi karena peningkatan investasi fisik, baik bangunan maupun nonbangunan.

Sumber utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan triwulan III-2025 (Menurut Pengeluaran) berasal dari konsumsi rumah tangga yang menyumbang 2,32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.

Secara nasional, Sulawesi Selatan memberikan kontribusi 3,30 persen terhadap perekonomian Indonesia, hal ini yang membuat provinsi ini sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.


Ketenagakerjaan Sulawesi Selatan Agustus 2025

Struktur ketenagakerjaan Agustus 2025 mencatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 78,15 ribu orang dalam setahun terakhir. Penduduk usia kerja mencapai 7,34 juta orang, meningkat 92,11 ribu orang. Angkatan kerja tercatat 4,97 juta orang, sedangkan bukan angkatan kerja 2,38 juta orang. Jumlah pengangguran meningkat menjadi 0,21 juta orang.

Pekerja penuh mencapai 2,98 juta orang, pekerja paruh waktu 1,40 juta orang, dan setengah pengangguran 0,38 juta orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik menjadi 67,65 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) meningkat menjadi 4,21 persen. Di tingkat provinsi, Kota Makassar mencatat TPT tertinggi 9,60 persen, sementara Kabupaten Enrekang terendah 1,78 persen.


Lapangan usaha dengan peningkatan tenaga kerja tertinggi meliputi pertanian (72,38 ribu orang), akomodasi dan makanan minuman (24,50 ribu orang), serta perdagangan (14,53 ribu orang). Jumlah penduduk bekerja mencapai 4,76 juta orang, dengan proporsi buruh/karyawan/pegawai 36,12 persen, meningkat 40,88 ribu orang dibanding tahun lalu.


Indeks Pembangunan Manusia (IPM)


IPM Sulawesi Selatan tahun 2025 mencapai 75,92, meningkat 0,98 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan IPM didorong oleh kenaikan seluruh indikator, dengan pertumbuhan tertinggi pada pengeluaran riil per kapita mengalami peningkatan 498 ribu rupiah (tumbuh 4,06%), diikuti rata-rata lama sekolah (1,58%), umur harapan hidup (0,43%), dan harapan lama sekolah (0,07%).

Kabupaten Jeneponto juga naik status dari kategori sedang (69,45) pada 2024 menjadi kategori tinggi (70,25) pada 2025. Dengan demikian, seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan kini memiliki capaian pembangunan manusia berstatus minimal kategori tinggi.

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan (BPS-Statistics Sulawesi Selatan Province)

Jl. Haji Bau No.6 Makassar 90125 Sulawesi Selatan

Telp (0411) 854838

(Sentral) 872879

Faks (0411) 851225

Mailbox : [email protected] 

WhatsApp : http://s.bps.go.id/wa-pst

logo_footer

Government Public Relation

Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik