Product - News and Press Release
Sulsel Mencatat Inflasi 2,84 persen (y-on-y) pada Akhir tahun 2025
January 5, 2026 | Other Activities
Makassar – 5 Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan telah merilis perkembangan inflasi, nilai tukar petani, pariwisata, transportasi dan ekspor terkini. Tingkat inflasi tahunan Sulsel (Des 2025) tercatat sebesar 2,84 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) Sulsel pada Desember 2025 relatif sama dengan bulan sebelumnya, sedang nilai ekspor mengalami penurunan. Di lain sisi, indikator pariwisata mengalami peningkatan.
Inflasi Sulawesi Selatan Stabil di Tengah Kenaikan Harga Konsumsi
Menjelang akhir tahun 2025, pergerakan harga di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan tren inflasi yang terkendali. BPS Sulawesi Selatan mencatat pada Desember 2025, inflasi tahunan sebesar 2,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,28. Adanya kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran menjadi pemicu utama inflasi (y-on-y), terutama pada komoditas perawatan pribadi dan jasa (14,47 persen), makanan, minuman dan tembakau (4,46 persen), Kesehatan (1,63 persen) dan disusul sekrtor penyedia makanan dan minuman restoran (1,24 persen). Dari sisi spasial, Kota Parepare mengalami inflasi tertinggi sebesar 3,85 persen dengan IHK 110,69, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Palopo sebesar 2,32 persen dengan IHK 108,62.
Sementara itu, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,46 persen. Deflasi tersebut menunjukkan adanya penurunan harga pada komoditas dan layanan dalam kelompok tersebut dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang turut menahan laju inflasi secara keseluruhan di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hortikultura dan Perkebunan Dorong Kinerja NTP Sulsel
Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Provinsi Sulawesi Selatan pada Desember 2025 berada pada angka 119,10, tidak jauh berbeda dibandingkan capaian November 2025 sebesar 119,09. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tingkat kesejahteraan petani relatif stabil. Berdasarkan subsektor, NTP Tanaman Pangan tercatat 112,19, Hortikultura 124,71, Tanaman Perkebunan Rakyat 144,71, Peternakan 109,99, dan Perikanan 115,13. Secara bulanan, peningkatan NTP terjadi pada Subsektor Hortikultura (6,89 persen), Tanaman Perkebunan Rakyat (1,38 persen), dan Peternakan (1,23 persen). Sebaliknya, penurunan tercatat pada Subsektor Tanaman Pangan (1,26 persen) dan Perikanan (0,52 persen). Perubahan NTP antar subsektor tersebut dipengaruhi oleh pergerakan harga hasil pertanian serta perkembangan pengeluaran konsumsi rumah tangga petani.
Ekspor Melemah, Aktivitas Impor Akhir Tahun Kian Menguat
Kinerja ekspor Sulawesi Selatan yang dikirim melalui pelabuhan setempat pada periode Januari hingga November 2025 menunjukkan penurunan mencapai US$1.471,89 juta atau turun 21,23 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan ekspor tersebut juga tercermin pada capaian bulan November 2025, yang mengalami kontraksi secara tahunan. Negara tujuan utama ekspor masih didominasi oleh Jepang dan Tiongkok, dengan permintaan terbesar berasal dari komoditas nikel dan kakao/coklat. Kondisi ini mencerminkan peran strategis kedua komoditas tersebut dalam menopang ekspor daerah, meskipun secara keseluruhan kinerja ekspor masih berada dalam tekanan.
Di sisi lain, secara kumulatif, kegiatan impor Sulawesi Selatan sepanjang Januari–November 2025 masih berada pada tren menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada November 2025, aktivitas impor justru menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, yang mengindikasikan adanya penguatan permintaan impor pada akhir tahun. Negara asal impor dengan nilai tertinggi tercatat berasal dari Brasil dan Tiongkok, terutama untuk komoditas gula dan kembang gula, disusul oleh mesin/peralatan listrik.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan barang Sulawesi Selatan pada November 2025 tetap mencatat surplus, meskipun mengalami penurunan sebesar US$37,30 juta turun 31,94 persen dibandingkan Oktober 2025. Meski tekanan pada kinerja ekspor dan meningkatnya aktivitas impor, Sulsel tetap mencatatkan surplus perdagangan barang luar negeri.
Transportasi Sulsel Tetap Stabil, Konektivitas Global Terpelihara
Perkembangan sektor transportasi di Provinsi Sulawesi Selatan pada November 2025 menunjukkan perlambatan aktivitas dibandingkan periode sebelumnya. Pergerakan penumpang angkutan udara domestik (y-on-y) mengalami penurunan 1,10 persen atau 844,20 ribu orang, mencerminkan berkurangnya mobilitas masyarakat pada rute penerbangan dalam negeri. Berbeda dengan penerbangan domestik, aktivitas angkutan udara internasional justru menunjukkan peningkatan penumpang menjadi 30,76 ribu orang atau 2,37 persen,. Dari sisi distribusi barang melalui udara, volume muatan yang diberangkatkan November 2025 mengalami penurunan sebesar 1,99 persen atau 5,96 ribu ton dibandingkan dari bulan sebelumnya. Sementara aktivitas pembongkaran barang justru sedikit meningkat 0,82 persen menjadi 8,54 ribu ton. Kondisi ini mengindikasikan masih adanya kebutuhan pasokan barang dari luar daerah meskipun pengiriman keluar mengalami perlambatan.
Sementara itu, kinerja angkutan laut dalam negeri (m-to-m) juga menunjukkan tren melemah. Jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi laut mengalami penurunan cukup signifikan atau turun 15,15 persen (dibandingkan bulan Oktober 2025), dengan Pelabuhan Parepare menjadi salah satu titik yang mencatat kontraksi terbesar. Aktivitas bongkar muat barang melalui jalur laut turut pada periode yang sama juga mengalami penurunan, baik untuk barang yang dimuat maupun yang dibongkar, mencerminkan melambatnya arus logistik antardaerah melalui transportasi laut.
Mobilitas Wisatawan Sulawesi Selatan Menjelang Akhir 2025
Sektor pariwisata Sulawesi Selatan pada November 2025 menunjukkan sinyal pemulihan yang cukup kuat dengan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara sebanyak 1.306 kunjungan atau naik 37,91 persen (y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan menguatnya daya tarik Sulawesi Selatan di mata wisatawan luar negeri.
Di sisi akomodasi, tingkat hunian hotel berbintang tercatat mengalami sedikit penurunan 1,24 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan arus kunjungan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat pemanfaatan kamar hotel, seiring dengan dinamika pola perjalanan dan lama tinggal wisatawan.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Aktivitas perjalanan masyarakat dalam negeri ke Sulawesi Selatan meningkat tajam dengan akumulasi jumlah perjalanan Januari hingga November 2025 sebanyak 38,5 juta atau lebih tinggi 18,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yaitu sebanyak 32,58 juta perjalanan. Hal ini menggambarkan masih kuatnya minat wisata domestik dan peran mobilitas regional dalam menopang kinerja pariwisata daerah.
Diikuti dengan arus perjalanan wisatawan nasional melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang juga mengalami peningkatan secara tahunan tercatat 13.008 perjalanan, naik 2,02 persen . Perkembangan ini menegaskan peran bandara tersebut sebagai pintu utama mobilitas wisatawan sekaligus simpul penting konektivitas pariwisata Sulawesi Selatan.

BPS-Statistics Indonesia
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan (BPS-Statistics Sulawesi Selatan Province)
Jl. Haji Bau No.6 Makassar 90125 Sulawesi Selatan
Telp (0411) 854838
(Sentral) 872879
Faks (0411) 851225
Mailbox : [email protected]
WhatsApp : http://s.bps.go.id/wa-pst
Copyright © 2023 BPS-Statistics Indonesia