Pada Mei 2013, perkembangan harga konsumen di Makassar mengalami deflasi
sebesar 0,24 persen. Perubahan IHK untuk Provinsi Sulawesi Selatan yang
merupakan gabungan 4 kota IHK, yaitu kota Makassar, kota Parepare, kota
Palopo dan kota Watampone mengalami deflasi sebesar 0,26 persen dengan
indeks harga konsumen sebesar 138,48.
Dari 66 kota IHK, tercatat 23 kota mengalami inflasi, sedangkan 43 kota
lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Ambon sebesar 2,25
persen dengan IHK sebesar 144,68 dan terendah di kota Bogor sebesar 0,01
persen dengan IHK 138,61. Deflasi tertinggi terjadi di kota Mataram
sebesar 1,03 persen dengan IHK sebesar 151,24 dan terendah di kota Pekan
Baru dan Kota Tasikmalaya masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK
sebesar 137,63 dan 139,59.

Pada bulan Mei 2013, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 109,67
untuk Subsektor Padi & Palawija (NTP-P), 106,51 untuk Subsektor
Hortikultura (NTP-H); 108,55 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat
(NTP-R), 97,24 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt) dan 112,50 untuk
Subsektor Perikanan (NTP-Pi). Sedangkan NTP Propinsi Sulawesi Selatan
tercatat sebesar 108,03 yang mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen bila
dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Perkembangan Pariwisata
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk
Makassar pada April 2013 mencapai 1.311 orang. Jumlah wisman tersebut
menurun sebesar 9,90 persen jika dibandingkan Maret 2013 yang mencapai
1.455 orang.
TPK hotel berbintang di Sulawesi Selatan pada April 2013 turun 2,01 poin
dibandingkan Maret 2013, yaitu dari 47,04 persen pada Maret 2013
menjadi 45,03 persen pada April 2013.
Kinerja ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diukur berdasarkan
besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku
pada triwulan I-2013 mencapai Rp. 42.661,6 milyar, sedangkan PDRB atas
dasar harga konstan 2000 mencapai Rp. 15.250,6 milyar.
Bila
pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I-2013 dibandingkan triwulan
IV-2012 (q-to-q) diperoleh kenaikan PDRB atas dasar harga konstan 2000
sebesar 2,09 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh sektor Pertanian yang
bertumbuh sebesar 15,67 persen dan sektor lainnya meliputi sektor
Industri Pengolahan; sektor Listrik, Gas dan Air; dan sektor
Perdagangan, Hotel dan Restoran yang tumbuh kurang dari 2 persen.
Pertumbuhan sektor Pertanian yang sangat tinggi digerakkan oleh
pertumbuhan sub-sektor Tanaman Bahan Makanan yang tumbuh hingga 42,68
persen.