|
Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan IV tahun 2011 PDRB atas harga berlaku mencapai Rp. 34.615,8 milyar, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp.13,672,1 milyar.
Pertumbuhan ekonomi triwulan IV dibanding triwulan III lalu (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar -3,83 persen. Kontraksi pertumbuhan ini didorong oleh adanya kontraksi besar pada sektor pertanian dan pertambangan masing-masing sebesar -19,17 persen dan -6,83 persen.
Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2010 (y-o-y), PDRB Sulawesi Selatan triwulan IV tahun 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 6,16 persen, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor listrik-gas-air bersih sebesar 22,27 persen.
Secara kumulatif sampai dengan triwulan IV 2011, PDRB Sulawesi Selatan hingga triwulan IV tahun 2011 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 tumbuh sebesar 7,65 persen.
Sumber pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2011 q-to-q sumbangan terbesar dari sektor pertanian yang berkontraksi sebesar -5,34 persen, sedang sumber pertumbuhan ekonomi y-o-y berasal dari sektor keuangan sebesar 1,45 persen, dan secara kumulatif c-to-c sumbangan terbesar adalah dari sektor perdagangan sebesar 1,77 persen.
Dari sisi penggunaan perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan IV tahun 2011 yang bertumbuh negatif (kontraksi) sebesar 3,83 persen, bila dilihat menurut q-to-q diperoleh kontraksi ekonomi disebabkan menurunnya pertumbuhan komponen ekspor sebesar 4,34 persen meskipun komponen lainnya mengalami kenaikan yaitu komponen pengeluaran konsumsi rumahtangga dan nirlaba sebesar 1,41 persen; pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,93 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 9,82 persen.
Sedangkan bila diamati menurut y-o-y pada triwulan IV tahun 2011 bertumbuh sebesar 6,16 persen yang didorong oleh pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumahtangga dan nirlaba sebesar 5,53 persen; pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 4,95 persen; Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 16,69 persen sedangkan Ekspor neto bertumbuh negatif (konraksi) sebesar 5,53 persen. |