Pada April 2013, perkembangan harga konsumen di Makassar mengalami
deflasi sebesar 0,10 persen. Perubahan IHK untuk Provinsi Sulawesi
Selatan yang merupakan gabungan 4 kota IHK, yaitu kota Makassar, kota
Parepare, kota Palopo dan kota Watampone mengalami deflasi sebesar 0,12
persen dengan indeks harga konsumen sebesar 138,84.
Dari 66 kota IHK, tercatat 28 kota mengalami inflasi, sedangkan 38 kota
lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Padang Sidempuan
sebesar 0,81 persen dengan IHK sebesar 139,62 dan terendah di kota
Kendari sebesar 0,01 persen dengan IHK 141,43. Deflasi tertinggi terjadi
di kota Maumere sebesar 1,20 persen dengan IHK sebesar 155,34 dan
terendah di kota Tanjung Pinang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar
137,42.
Perkembangan Ekspor
Nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Maret 2013 mencapai US$ 120,92 juta.
Besarnya nilai ekspor tersebut menurun sebesar 9,94 persen dibandingkan
dengan ekspor Februari 2013. Bila dibandingkan dengan ekspor Maret 2012,
nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 49,99 persen. Lima
terbesar komoditas ekspor Sulawesi Selatan pada Maret 2013 adalah nikel
(HS75), kakao (HS18), ikan, udang, dan kepiting (HS03), biji-bijian
berminyak, tanaman obat (HS12), dan kayu/barang dari kayu (HS44).
Perkembangan Impor
Nilai impor Sulawesi Selatan pada Maret 2013 sebesar US$ 59,90 juta.
Besarnya nilai impor tersebut menurun sebesar 78,91 persen dibandingkan
Februari 2013. Bila dibandingkan dengan nilai impor Maret 2012, nilai
impor tersebut juga mengalami penurunan sebesar 11,60 persen.
Pada bulan April 2013, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar
109,42 untuk Subsektor Padi & Palawija (NTP-P), 105,94 untuk
Subsektor Hortikultura (NTP-H); 108,80 untuk Subsektor Tanaman
Perkebunan Rakyat (NTP-R), 96,90 untuk Subsektor Peternakan (NTP-Pt) dan
112,44 untuk Subsektor Perikanan (NTP-Pi). Sedangkan NTP Propinsi
Sulawesi Selatan tercatat sebesar 107,86 yang mengalami kenaikan sebesar
0,03 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Perkembangan Pariwisata
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk
Makassar pada Maret 2013 mencapai 1.455 orang. Jumlah wisman tersebut
meningkat sebesar 49,69 persen jika dibandingkan Februari 2013 yang
hanya mencapai 972 orang.
Perkembangan Transportasi Laut
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang naik (embarkasi) di
Pelabuhan Makassar bulan Maret 2013 adalah 29.858 orang atau mengalami
penurunan sebesar 26,34 persen dibandingkan dengan penumpang bulan
Februari 2013. Demikian juga pada penumpang yang turun (debarkasi) pada
Maret 2013 mengalami penurunan sebesar 16,39 persen dibandingkan dengan
Februari 2013.
Perkembangan Angkutan Udara
Jumlah penumpang domestik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
yang berangkat (departure) pada bulan Maret 2013 mencapai 291.623 orang
atau mengalami peningkatan 20,25 persen dibandingkan Februari 2013 yang
hanya mencapai 242.504 orang. Begitu juga pada keberangkatan penumpang
tujuan luar negeri (Internasional) mengalami peningkatan sebesar 59,32
persen, yaitu dari 3.073 orang pada bulan Februari 2013 menjadi 4.896
orang pada Maret 2013.
Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan I
tahun 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 2,62 % dibandingkan pada
triwulan IV tahun 2012 (Q to Q).
Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan I
tahun 2013 (Q to Q) mengalami penurunan sebesar 6,85 %. Hal ini
disebabkan hampir semua jenis industri (KBLI) mengalami penurunan
kecuali Industri Pengolahan Tekstil (KBLI 13), Industri Barang
Logam,Bukan Mesin dan Peralatnnya (KBLI 25), dan Jasa Reparasi dan
Pemesanan Mesin dan Peralatan (KBLI 33) yang mengalami kenaikan.